Aksi yang diikuti petugas kebersihan yang tergabung dalam Pasukan Oranye dan Pasukan Merah tersebut menyuarakan aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan, khususnya permintaan kenaikan gaji yang dinilai belum sebanding dengan beban kerja mereka. Selain itu, para petugas juga meminta kejelasan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan yang hingga kini belum diterima.
Di tengah kerumunan massa, Wali Kota Maulana hadir langsung tanpa perantara dan mendengarkan aspirasi para petugas dengan penuh perhatian. Dalam dialog terbuka tersebut, Maulana menegaskan komitmennya untuk mencari solusi terbaik demi kesejahteraan petugas kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan Kota Jambi.
"Sepulang dari sini saya akan melihat kondisi keuangan daerah. Jika memang memungkinkan, dana yang tersedia akan saya alihkan untuk meningkatkan kesejahteraan kalian," ujar Maulana, disambut tepuk tangan meriah para petugas.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap kepemimpinan yang berpihak pada rakyat kecil dan menempatkan kesejahteraan pekerja sebagai prioritas. Suasana pun mencair, bahkan salah seorang petugas kebersihan dengan nada berseloroh menyampaikan dukungan kepada Maulana apabila kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Jambi pada periode mendatang.
"Saat ini kami minta bantuan bapak. Ke depan, jika bapak membantu kami, kami siap membantu bapak jika kembali mencalonkan diri," ucap salah satu petugas, yang disambut senyum hangat Wali Kota Jambi.
Hingga berita ini diturunkan, Wali Kota Jambi Maulana masih berada di lokasi aksi, terus berdialog dan menjawab satu per satu aspirasi yang disampaikan para petugas kebersihan. Kehadiran langsung orang nomor satu di Kota Jambi tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota dalam membangun hubungan yang harmonis dengan para pekerja layanan publik. (J24/Red).

0Komentar