Jambi, J24 - Wali Kota Jambi Maulana, turun langsung ke lokasi kebakaran di Jalan H. Adam Malik, Lorong Beringin IV, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, untuk memastikan penanganan korban berjalan cepat dan tepat, Selasa (7/4/2026).

Dalam kunjungannya, Maulana tidak hanya melihat kondisi lokasi pasca kebakaran, tetapi juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, baik pemilik rumah maupun warga penyewa.

Maulana mengungkapkan, kebakaran yang terjadi di kawasan padat tersebut menyebabkan lima unit rumah hangus terbakar. Kondisi bangunan yang saling berdempetan membuat api cepat menjalar dibarenge angin kencang.

“Lingkungan di sini padat, rumah saling berhimpitan. Alhamdulillah tim pemadam kebakaran bergerak cepat sehingga api bisa dilokalisir dan tidak merembet lebih luas,” ujar suami Dr dr Hj Nadiyah Maulana, Sp.OG.

Selain itu, mantan Direktur RSUD H Abdul Manap Kota Jambi ini juga melakukan dialog langsung dengan Ketua RT, pemilik rumah, serta para penyewa guna mengetahui kebutuhan mendesak para korban.

Menurut alumni Universitas Brawijaya Malang Fakultas Kedokteran ini, perhatian khusus diberikan kepada penyewa yang kehilangan seluruh barang akibat kebakaran. Pemerintah Kota Jambi telah menyalurkan bantuan darurat, termasuk bantuan tunai melalui Baznas.

“Penyewa yang terdampak tetap kita bantu. Mereka juga bagian dari warga yang harus mendapat perhatian,” tutur pendiri Rumah Sakit (RS) Ibu dan Anak Annisa dikawasan Kebun Handil Kota Jambi.

Lebih lanjut dikatakan alumni Universitas Indonesia (UI) Fakultas Kesehatan Masyarakat program S2 ini bahwa, Pemerintah Kota Jambi tengah menyiapkan skema bantuan lanjutan, termasuk dukungan pemulihan ekonomi bagi korban agar dapat kembali beraktivitas.

“Kami sedang melakukan pendataan lanjutan. Ada juga usulan bantuan alat usaha agar masyarakat bisa kembali bekerja dan bangkit secara ekonomi,” tambah mantan Wakil Wali Kota Jambi periode 2018-2023.

Diketahui, kebakaran hebat terjadi pada Senin pagi (30/3/2026) dan menghanguskan sedikitnya lima unit rumah bedeng permanen. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan cepat membesar akibat kondisi permukiman yang padat serta angin kencang.

Sebanyak 40 personel pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api dan berhasil mengendalikan situasi dalam waktu sekitar 1 jam 40 menit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material masih dalam proses pendataan. (J24/Red).