Jambi, J24 - Pemerintah Kabupaten Muarojambi kembali mengukir prestasi gemilang di bidang kebudayaan pada Malam Keagungan Melayu 2026 "Kalavibhaga" Sang Kala Jejak Melayu Jambi dan Gerakan Jambi Berpantun, Kabupaten Muarojambi menerima 2 penghargaan sertifikat warisan budaya tak benda (WBTB) dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi Dr H Al Haris, S.Sos, MH dalam acara HUT Provinsi Jambi ke 69 Tahun di Taman Mini Budaya Kota Jambi. Dua warisan budaya tak benda yang berhasil meraih penghargaan adalah Lukah Gilo dari Desa Baru dan Tonel dari Desa Tebat Patah, Selasa (6/1/2026).

"Pengakuan ini menegaskan nilai kearifan masyarakat Bumi Sailun Salimbai Kabupaten Muarojambi yang kaya akan tradisi seni dan tata adat yang sarat makna," ujar Wakil Bupati Muarojambi, Junaidi H. Mahir.

Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan penghargaan warisan tak benda kepada para maestro/pelaku seni yang telah berjasa dalam melestarikan kesenian daerah yang hampir punah.

Junaidi H. Mahir juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para pegiat budaya serta jajaran Pemerintah Daerah yang telah berperan aktif dalam proses pengusulan hingga penetapan WBTB tersebut.

"Terima kasih kepada para pemangku adat yang menjadi benteng pelestarian adat budaya diharapkan semakin aktif menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya daerah," ujar Junaidi H Mahir.

Gubernur Provinsi Jambi Al Haris menekankan pentingnya menjaga keaslian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Ia mengapresiasi dedikasi para pelaku seni dan budaya yang tetap bertahan dan melestarikan kekayaan budaya Jambi.

"Budaya-budaya lokal di Jambi sangat kaya dan beragam. Kita harus memberikan apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya yang terus menjaga keaslian ini. Hal ini menunjukkan bahwa budaya Jambi sangat kuat dan mampu bertahan," ujar mantan Bupati Kabupaten Merangin dua periode. (Diskominfo Kabupaten Muarojambi, J24/FS).