Pembunuhan Linceria Silalahi: Warga Menunggu Jawaban, Polisi Didesak Ungkap Pelaku
Jambi, J24 - Kasus pembunuhan terhadap Linceria Silalahi (51) di RT 34 Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, meninggalkan tanda tanya besar dan kegelisahan mendalam di tengah masyarakat. Perempuan yang sehari-hari berjualan manisan itu ditemukan tewas mengenaskan di dalam rukonya, Senin (24/11/2025) pukul 09.30 WIB, setelah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas.
Linceria Silalahi adalah seorang janda yang telah ditinggal suami tercinta Anggiat Marasi Aritonang, meninggal tiga tahun lalu dan memiliki seorang Putri.
Penemuan mayat Linceria Silalahi di Jalan Lingkar Barat II, RT 34, Kelurahan Simpang Rimbo Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, mengagetkan warga sekitar. Pasalnya, wanita tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya tertelungkup, dan ada banyak darah. Mayat wanita ini ditemukan hari Senin tanggal 24 November 2025, pukul 10.30 WIB.
Penemuan jasad korban bermula ketika keluarganya mencoba mengecek keberadaannya. Setelah berkali-kali mengetuk pintu tanpa jawaban, keluarga membuka pintu secara paksa, dan mendapati kenyataan yang begitu tragis, Lince tergeletak tak bernyawa dengan luka pada bagian leher. Luka yang tak mungkin disebabkan oleh kecelakaan. Luka yang mengarah pada satu kata, pembunuhan.
Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar, siapa pelakunya dan apa motif kekejaman ini?
Pihak Polsek Kotabaru dan tim INAFIS Polresta Jambi sudah turun melakukan olah TKP. Namun hingga kini, publik hanya bisa menunggu. “Masih diselidiki” menjadi jawaban wajib saat polisi dimintai keterangan.
Pertanyaan yang bergema kini bukan sekadar “apa yang terjadi?”, melainkan “kapan pelaku ditangkap?” Kasus ini menjadi kasus yang sekial kalinya di wilayah hukum Polda Jambi.
Terpisah, Lurah Simpang Rimbo, Muhtar, membenarkan kejadian tersebut dan meminta warga tetap tenang. Namun rasa tenang tentu sulit hadir ketika seorang warga dibunuh di tempat usahanya sendiri di lingkungan yang seharusnya aman.
“Warga berharap tidak ada spekulasi,” ujar Muhtar. Ya, spekulasi mungkin dilarang. Tetapi menuntut kejelasan dan rasa aman adalah hak setiap warga.
Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, bayang-bayang pelaku masih berkeliaran entah di mana.
Kasus ini tak boleh berhenti di meja penyelidikan. Pelaku harus segera ditangkap. Bukan hanya demi keadilan bagi almarhumah Linceria Silalahi, tetapi juga demi memastikan bahwa tragedi seperti ini tidak menjadi “biasanya” di Kota Jambi. Warga menunggu. Keluarga menunggu. Kota ini menunggu. Dan yang paling penting, keadilan menunggu untuk ditegakkan.
Sementara itu, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, melalui Kasi Humas Ipda Dedi Haryadi, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tersebut "Tim reskrim sudah ke lokasi," katanya.
Menurutnya, korban bernama Linceria Silalahi, seorang wanita berusia 51 tahun. Linceria Silalahi ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai ruko dengan berlumuran darah.
"Menurut keterangan dari keluarganya bahwa korban tersebut tinggal di dalam ruko hanya sendiri saja," kata dia. Saat ini kata dia, tim Identifikasi Satreskrim Polresta Jambi bersama Kapolsek Kota Baru dan personel, masih mendalami kasus ini.(J24-Tim)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
0Komentar