Salah seorang peserta aksi, Hafizi Alatas, memotong rambut gondrong miliknya di lokasi demonstrasi sebagai bentuk nazar. (IST) 

Jambi, J24 - Gerakan Rakyat Menggugat Jambi (Gerakan Rakyat Menggugat Jambi/Geram Jambi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda Jambi), Selasa (23/12/2025). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan sekaligus pengawalan publik terhadap proses penegakan hukum dalam penanganan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Dalam aksi itu, massa menyampaikan apresiasi kepada Polda Jambi atas penetapan Adhi Varial, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, sebagai tersangka. Bahkan seorang aktivis melakukan pangkas botak rambut sebagai janjinya jika Varial jadi tersangka. 

Penetapan tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam membongkar dugaan praktik korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara dan berdampak langsung pada kualitas pendidikan.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa korupsi di sektor pendidikan merupakan kejahatan serius karena menyentuh kepentingan publik yang paling mendasar. Ia menegaskan, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada satu pihak semata.

“Kami mendukung Polda Jambi agar tidak ragu menuntaskan kasus ini sampai tuntas. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum,” ujar salah satu orator dalam orasinya.

Aksi unjuk rasa turut diwarnai simbolisasi sebagai bentuk ekspresi kekecewaan publik. Salah seorang peserta aksi, Hafizi Alatas, memotong rambut gondrong miliknya di lokasi demonstrasi sebagai bentuk nazar. Massa juga melakukan prosesi mandi bunga tujuh warna sebagai simbol harapan agar penegakan hukum berjalan bersih dan adil.

Menurut Geram Jambi, simbol tersebut mencerminkan tuntutan masyarakat agar aparat penegak hukum bertindak transparan dan tidak tebang pilih, khususnya dalam penanganan kasus besar yang melibatkan pejabat publik.

Geram Jambi menegaskan akan terus mengawal proses hukum dugaan korupsi DAK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Mereka juga mendesak Polda Jambi untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan aparat kepolisian dan tanpa insiden. Massa menyatakan, pengawasan publik akan terus dilakukan sebagai bentuk kontrol agar proses hukum berjalan objektif dan akuntabel.(J24-Tim)