Jambi, J24 -Sejumlah nasabah Bank Jambi melaporkan saldo rekening mereka berkurang secara misterius pada Minggu pagi (22/2/2026). Insiden ini memicu dugaan adanya gangguan pada sistem perbankan yang berdampak pada keamanan dana nasabah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa nasabah mendapati saldo tabungan mereka terkuras tanpa melakukan transaksi. Salah seorang nasabah di Kabupaten Sarolangun mengaku dana di rekening miliknya dan istrinya hilang saat dicek pada pagi hari.
Ia mengaku telah menghubungi pihak Bank Jambi Cabang Sarolangun untuk meminta klarifikasi. Dari komunikasi tersebut, disebutkan bahwa kasus serupa juga dialami oleh sejumlah nasabah lain.
“Pagi ini tabungan saya dan istri berkurang. Setelah konfirmasi ke pihak bank, ternyata ada juga rekening lain yang terdampak,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada data resmi mengenai jumlah rekening terdampak maupun total nominal kerugian.
Akses Digital Dihentikan Sementara
Menyikapi situasi tersebut, manajemen Bank Jambi mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sementara layanan perbankan digital, termasuk Mobile Banking. Dalam pemberitahuan resmi, bank menyatakan tengah melakukan pemeliharaan sistem (internal maintenance) guna memastikan keamanan transaksi.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menegaskan bahwa pembekuan akses digital merupakan bagian dari prosedur mitigasi risiko dan investigasi internal.
“Saat ini kami melakukan penelusuran secara menyeluruh. Sistem perbankan digital sementara dinonaktifkan untuk kepentingan investigasi,” ujar Khairul dalam keterangan resminya.
Ia juga memastikan manajemen akan bertanggung jawab apabila hasil audit membuktikan adanya dana nasabah yang berkurang akibat gangguan sistem.
“Jika terbukti ada dana nasabah yang hilang akibat gangguan tersebut, Bank Jambi akan mengganti penuh kerugian nasabah,” tegasnya.
Koordinasi dengan Regulator
Bank Jambi menyatakan telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai regulasi.
Sementara itu, layanan Mobile Banking belum dapat diakses hingga proses investigasi selesai. Nasabah yang menemukan transaksi mencurigakan diminta segera menghubungi call center resmi Bank Jambi untuk melakukan pemblokiran rekening.
Manajemen juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN dan kode OTP.
Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab gangguan sistem dan estimasi pemulihan layanan masih menunggu hasil investigasi internal pihak bank.(J24-Red)

0Komentar