Pasar Bedug Bahagia menjadi wadah bagi ratusan pedagang untuk berjualan selama Ramadhan 1447 H sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Diza optimistis, selama 30 hari pelaksanaan, perputaran ekonomi dapat menembus Rp 2 miliar.
“Insyaallah pasar bedug ini dibuka selama 30 hari, targetnya bisa lebih dari Rp 2 miliar. Karena sebelumnya kita pernah membuat event satu minggu saja sudah tembus angka besar,” ujar Diza.
Wakil Wali Kota berharap Pasar Bedug Bahagia dapat menjadi contoh bagi pasar Ramadan lainnya di Kota Jambi dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Kami ingin Pasar Bedug Bahagia ini menjadi contoh bagi pasar-pasar lainnya di Jambi, sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurut Diza, keberadaan pasar bedug ini juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan Terminal Rawasari yang sebelumnya dikenal ramai aktivitas ekonomi.
“Dahulu kawasan ini sangat ramai. Dengan adanya pasar bedug ini, kita ingin memajukan kembali area ini. Tentu ini juga perlu dukungan kegiatan pemerintah dan peran masyarakat sekitar,” ujarnya.
Selain menjajakan aneka takjil dan kuliner berbuka puasa, Pasar Bedug Bahagia juga diramaikan berbagai kegiatan bernuansa Islami seperti lomba tilawah, pesantren show, dan perlombaan lainnya yang diikuti pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kota Jambi.
Pasar Bedug Bahagia ini turut dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, dan tempat makan untuk kenyamanan pengunjung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Kota Jambi, Nella Ervina, dalam laporannya menyebutkan lebih dari 130 pedagang terlibat dalam kegiatan ini. Semoga dengan adanya Pasar Bedug Bahagia ini bisa meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM yang ada,” ujarnya.
Pembukaan Pasar Bedug Bahagia dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Jambi, para pedagang, serta masyarakat setempat yang antusias menyambut hadirnya pusat ekonomi Ramadan tersebut. (J24/Red).


0Komentar