Jambi, J24 - Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, SE menerima keluhan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terkait layanan ATM dan Mobile Banking Bank 9 Jambi yang tak bisa diakses. "Kami meminta Bank Jambi untuk melakukan upaya dan langkah yang konkrit untuk mengatasi hal tersebut," ujarnya.

Kemas Faried meminta agar Bank 9 Jambi melakukan koordinasi yang intens dengan seluruh regulator terutama Bank Indonesia guna mempercepat pemulihan layanan operasional ATM Bank Jambi. "Segera menyampaikan informasi terkait layanan operasional bank secara transparan kepada masyarakat," ujarnya.

Kemas Faried juga meminta agar Bank Jambi membuat langkah-langkah penanganan yang efektif dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. "Jika diperlukan jemput bola ditiap satuan layanan perangkat daerah (OPD) maupun distrik atau cabang Bank 9 Jambi guna menambah teller untuk mengurai antrian pencairan gaji ASN," katanya.

“Kemudian membangun dan menjaga komunikasi yang aktif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memberikan pemahaman atas kondisi terkini  dan pemulihan yang dilakukan," tutur politisi Partai Golkar ini.

Sebelumnya, DPRD Kota Jambi juga telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen Bank Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Kamis (26/02/2026) lalu.

RDP digelar menyusul polemik hilangnya dana sejumlah nasabah yang diduga akibat insiden siber pada layanan perbankan, khususnya fitur M-Banking yang sempat dinonaktifkan. Usai RDP, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menegaskan, agar sistem layanan Bank Jambi segera kembali normal sebelum pencairan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1 Maret 2026.

Sementara itu, menurut salah seorang ASN, gangguan ini telah terjadi berulang kali dan berlangsung cukup lama, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para nasabah. Dampak yang dirasakan, nasabah tidak dapat melakukan transaksi secara mandiri melalui ATM maupun M-Banking. Kedua, terhambatnya proses pembayaran, transfer, dan transaksi keuangan lainnya.

Nasabah terpaksa datang langsung ke kantor bank untuk melakukan transaksi menyebabkan meningkatnya antrean di kantor cabang. Selain itu juga terganggunya aktivitas pekerjaan karena harus sering izin untuk mengantre di bank demi menyelesaikan transaksi yang seharusnya dapat dilakukan secara digital.

"Kondisi ini tentunya sangat memengaruhi kenyamanan nasabah serta berdampak pada efektivitas dan kinerja, khususnya bagi pegawai atau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu," kata ASN tersebut.

Dia berharap, pihak Bank 9 Jambi dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem secara menyeluruh agar layanan ATM dan M-Banking dapat berfungsi secara optimal dan stabil.

Selain itu, diharapkan adanya pemberitahuan resmi dan transparan kepada nasabah apabila terjadi gangguan, sehingga nasabah dapat mengantisipasi kebutuhan transaksi mereka. "Harapan kami agar permasalahan ini dapat segera ditindaklanjuti demi peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah," katanya lagi. (J24/Red).