Batanghari, J24 - Duka mendalam menyelimuti Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Seorang warga berinisial IL (Ilyas), yang dikenal sebagai sosok ramah dan dihormati, tewas setelah dililit ular piton raksasa saat beraktivitas di kebun, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.
Kepala Desa Rambutan Masam, A Roni, mengonfirmasi korban diserang saat menderes karet di area kebun belakang desa, dekat persawahan. Diduga kuat korban tak mampu melepaskan diri dari lilitan ular jenis Python reticulatus sepanjang sekitar 5 meter.
Kabar tragis itu langsung memicu reaksi cepat warga. Puluhan pemuda dan masyarakat berbondong-bondong menuju lokasi kejadian dan menyisir area kebun. Dalam video yang beredar di media sosial, warga akhirnya menemukan ular tersebut dan meluapkan kemarahan.
Dengan menggunakan kayu, warga memukul predator itu hingga akhirnya berhasil dilumpuhkan. Aksi tersebut menjadi pelampiasan emosi atas kematian korban yang dikenal baik di lingkungan desa.
Bukan Kasus Pertama
Insiden serupa sebelumnya juga terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Seorang warga bernama Sukri (46) ditemukan meninggal dunia setelah diduga diserang ular piton di kebun pada Januari 2026.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan ular berada di dekat tubuhnya dan diduga telah melilit hingga ke bagian leher. Warga bahkan terpaksa menebas tubuh ular untuk menghentikan serangan.
Ketua Evolux IDN Indonesia, Youssel Edbert Daniel Panggabean, menegaskan bahwa kebun dan lahan perkebunan sejatinya merupakan habitat alami satwa liar, termasuk ular piton.
“Risiko perjumpaan dengan ular tidak bisa dihindari. Apalagi di wilayah dengan banyak semak, tumpukan daun, dan populasi hewan pengerat yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ular piton bisa menjadi sangat berbahaya karena membunuh dengan cara melilit, terutama di bagian leher yang dapat menghentikan aliran oksigen ke otak dalam hitungan menit.
Imbauan Kewaspadaan
Koordinator Jaga Satwa Indonesia, Yonny Purwandana, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di kebun, terutama di musim penghujan.
Ia menyarankan, hindari area semak lebat dan jarang dilalui. Waspada di lokasi lembap atau dekat sumber air. Jangan memancing ular jika bertemu di alam liar. Jika melihat ular besar, segera menjauh dan minta bantuan.
“Piton bukan hewan pengejar. Jika tidak diganggu, biasanya akan menghindar. Tapi jika sudah melilit, risikonya fatal,” tegasnya.
Tragedi di Batang Hari ini menjadi alarm keras bagi masyarakat. Aktivitas berkebun yang selama ini dianggap rutin, ternyata menyimpan ancaman mematikan jika dilakukan tanpa kewaspadaan.
Di tengah meluasnya pembukaan lahan, batas antara habitat manusia dan satwa liar semakin kabur. Tanpa kesiapsiagaan, korban berikutnya bukan tidak mungkin kembali terjadi. (J24-Red)

0Komentar