"Penerapan WFH untuk efisiensi sebaiknya diberlakukan setiap hari Rabu, karena kalau Jumat khawatir malah dimanfaatkan pegawai untuk melakukan perjalanan di akhir pekan," ujar Muhammad Hafiz, Rabu (8/4/2026).
Menurut dia, tujuan utama program WFH adalah untuk efisiensi dalam pemakaian energi, jika pegawai menggunakan waktu tersebut untuk bepergian hingga akhir pekan, maka target dari kebijakan ini tidak akan tercapai.
Artinya dengan pertimbangan niat baik pemerintah bisa tak tepat sasaran, apalagi kalau pengawasannya tidak optimal di akhir pekan.
Politisi PAN itu mengusulkan setiap Rabu sebagai waktu yang paling ideal dan masuk akal untuk WFH, alasan utama memutus potensi libur panjang sehingga pegawai tetap fokus bekerja di rumah masing-masing. Termasuk menjaga disiplin pegawai dan kualitas pelayanan publik tetap terjaga.
Sebelumnya Gubernur Jambi Dr Al Haris, S.Sos, MH menyampaikan pemilihan hari Rabu cenderung rasional dibandingkan hari penerapannya pada Jumat.
Ia menilai kebijakan WFH pada Jumat berisiko mendorong ASN bepergian lebih awal untuk menikmati akhir pekan di luar daerah. Karena itu, pemerintah Provinsi mempertimbangkan hari kerja di tengah pekan agar pegawai tetap fokus menjalankan tugas.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tengah menyiapkan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk memastikan ASN tetap menjalankan pekerjaan sesuai aturan.
Pemerintah akan memanfaatkan pelacakan lokasi melalui GPS serta absensi digital berbasis pemindaian wajah dan titik koordinat. "Sistem tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah memantau posisi pegawai selama jam kerja berlangsung," ujar mantan Bupati Merangin dua periode ini. (J24/Red).

0Komentar