Angka capaian di awal tahun ini menorehkan pertumbuhan sebesar 25% (Year-on-Year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Tren impresif ini sekaligus mengukuhkan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi dan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Indonesia.
Kinerja positif di awal 2026 ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan PTPN IV PalmCo pada tahun lalu. Sepanjang 2025, perusahaan telah berhasil menuntaskan realisasi Rekomtek hingga menyentuh angka 23.188 Ha. Konsistensi ini dinilai krusial mengingat sawit merupakan komoditas strategis penopang ekonomi nasional.
Wujud Nyata Kehadiran Negara
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi sistematis dan pendampingan intensif yang dilakukan perusahaan kepada para petani di berbagai daerah.
"Realisasi 2.287 Ha di dua bulan pertama tahun 2026 ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui PalmCo, untuk terus berada di garis depan mendampingi petani sawit kita," ujar Jatmiko.
Menurutnya, pertumbuhan 25% di awal tahun menjadi indikator bahwa sistem kerja sama dan pola kemitraan yang dibangun semakin matang. "Strategi akselerasi yang kami inisiasi berjalan pada jalur yang tepat. Kami memangkas hambatan birokrasi di lapangan, bergerak lebih cepat, dan tentunya semakin efisien dalam mengeksekusi program bersama instansi terkait," tambahnya.
Fokus pada Ketahanan Pangan dan Energi
Program PSR bukan hanya mengganti tanaman tua, melainkan bagian dari desain besar ketahanan pangan dan energi nasional. PTPN IV PalmCo menyadari bahwa banyak kebun rakyat saat ini mengalami stagnasi produktivitas akibat usia tanaman yang sudah melewati masa produktif, atau penggunaan benih ilegitim (tidak bersertifikat) di masa lalu.
Melalui pendampingan dalam program PSR, petani difasilitasi untuk mendapatkan akses dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit guna meremajakan kebun mereka dengan bibit unggul bersertifikat.
"Transformasi perkebunan sawit rakyat adalah kunci mutlak untuk menjaga daya saing industri sawit Indonesia di pasar global. Kami di PalmCo tidak hanya fokus membantu proses percepatan administrasi Rekomtek hingga dana cair. Tanggung jawab kami lebih jauh dari itu, yakni mengawal implementasi Good Agricultural Practices (GAP) di lapangan," tegas Jatmiko.
Dengan penerapan GAP yang disiplin, Jatmiko meyakini produktivitas kebun rakyat akan meningkat tajam, yang pada muaranya akan mendongkrak tingkat kesejahteraan para petani secara signifikan.
Strategi "Jemput Bola" dan Kolaborasi
Keberhasilan melampaui target di awal tahun ini tidak lepas dari strategi jemput bola yang diterapkan manajemen. Tim PTPN IV PalmCo secara proaktif turun ke sentra-sentra sawit rakyat untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan pemberkasan, sebuah proses yang seringkali menjadi kendala utama bagi petani swadaya.
Selain itu, kolaborasi multi-pihak yang solid menjadi tulang punggung keberhasilan program ini. PalmCo terus memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, BPDP, Pemerintah Daerah tingkat Provinsi hingga Kabupaten, aparatur penegak hukum, serta berbagai asosiasi petani kelapa sawit.
Menatap sisa tahun 2026, PTPN IV PalmCo optimis dapat mempertahankan momentum percepatan ini. Keberhasilan program PSR tidak hanya krusial untuk mengamankan pasokan bahan baku Crude Palm Oil (CPO) dan minyak goreng nasional, tetapi juga diharapkan mampu memberikan multiplier effect (efek ganda) yang menggerakkan roda perekonomian di kawasan pedesaan. (J24/FS).


0Komentar