Wali Kota Jambi Tinjau TKA SD, Dorong Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Mutu. (IST)

Jambi, J24 - Di tengah upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat sektor pendidikan melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya terlihat dari peninjauan langsung Wali Kota Jambi, Maulana, terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar, Rabu pagi (22/4/2026).

Peninjauan dilakukan di dua sekolah, yakni SD Negeri 131 dan SD Negeri 047 Kota Jambi. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari pengawasan langsung pemerintah daerah untuk memastikan proses evaluasi akademik berjalan sesuai standar.

Di lokasi, Maulana memantau pelaksanaan ujian di ruang kelas, berdialog dengan guru, serta memastikan kesiapan sarana dan kondisi psikologis siswa selama mengikuti tes.

“Pelaksanaan TKA harus berjalan tertib, jujur, dan memberikan kenyamanan bagi siswa. Ini penting agar hasil evaluasi benar-benar mencerminkan kemampuan mereka,” ujarnya.

Pendidikan Inklusif Jadi Fokus Utama

Dalam kesempatan tersebut, Maulana kembali menegaskan bahwa pendidikan inklusif menjadi arah utama kebijakan pendidikan di Kota Jambi. Ia menilai, sistem pendidikan tidak boleh lagi bersifat eksklusif atau hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pendidikan berkualitas, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun kemampuan akademik.

“Tidak boleh ada anak yang tertinggal. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi respons terhadap tantangan nyata di lapangan, di mana kesenjangan kualitas pendidikan antar sekolah masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah, termasuk di tingkat kota.

Sinergi Jadi Kunci

Maulana juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam membangun sistem pendidikan yang kuat. Ia menyebut, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh peran aktif orang tua dan dukungan pemerintah.

“Sekolah, orang tua, dan pemerintah harus berjalan seiring. Tanpa itu, sulit menciptakan lingkungan belajar yang optimal,” katanya.

Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern, seperti perubahan kurikulum, digitalisasi pembelajaran, hingga tekanan akademik terhadap siswa.

Pelaksanaan TKA sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur capaian pembelajaran siswa di tingkat dasar. Hasil dari tes ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan.

Pemerintah Kota Jambi, menurut Maulana, akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan sarana prasarana, peningkatan kompetensi guru, serta penyempurnaan sistem evaluasi pembelajaran.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan daya saing di masa depan.(J24-AsenkLee)