Muarojambi, J24 - Bupati Muarojambi, Bambang Bayu Suseno, menghadiri rapat pembahasan pelebaran dan penambahan lajur jalan di kawasan Simpang Mendalo, Kamis (7/5/2026). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bina Marga Jambi, Pasir Putih, Kota Jambi.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas PUPR Muarojambi Anjar Parbowo, Kepala Bapperida Budi Setiawan, Kepala BPJN Jambi Dedy Hariadi, Anggota DPR RI Edi Purwanto serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Pembahasan utama dalam rapat itu ialah rencana pelebaran jalan dan pembangunan jalur dua dari Exit Tol Pijoan hingga Mendalo Darat, batas Kota Jambi. Ruas tersebut merupakan bagian dari jalur strategis Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Jambi dengan Provinsi Riau dan jalur Lintas Tengah Sumatera menuju Sumatera Barat.

Bupati Bambang Bayu Suseno menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan tersebut. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi siap membantu proses pembebasan lahan demi kelancaran proyek.

“Pada tahun 2021 hingga 2022 memang masih banyak masyarakat yang menolak. Namun sekarang, seiring meningkatnya jumlah kendaraan, pemerintah daerah siap melakukan sosialisasi. Jika hanya pagar, pemerintah siap mengganti. Tetapi jika sudah berupa bangunan ruko, tentu harus dibicarakan lebih lanjut. Intinya, Pemkab Muaro Jambi sangat mendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJN Jambi Dedy Hariadi memaparkan data teknis penanganan jalan. Untuk segmen Batas Kota Jambi–Simpang Rimbo, lebar jalan eksisting saat ini mencapai 7 meter dengan panjang penanganan sekitar 2,26 kilometer.

Kemudian pada segmen lainnya, lebar jalan juga 7 meter dengan panjang penanganan sekitar 7,80 kilometer. Sedangkan segmen Batas Kota Jambi menuju Mendalo Darat Simpang Tiga memiliki panjang sekitar 0,30 kilometer.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Edi Benny Cahyono menyebut kawasan Mendalo hingga batas Kota Jambi merupakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, kepadatan kendaraan kerap terjadi di gerbang utama Universitas Jambi (UNJA) dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi saat jam perkuliahan maupun wisuda. Kemacetan juga terjadi di Simpang Sungai Duren akibat kendaraan angkutan barang yang melambat, serta di Pintu Tol Pijoan ketika volume kendaraan keluar tol meningkat.

Ruas Simpang Mendalo hingga Stadion Swarnabhumi Kabupaten Muaro Jambi diketahui berstatus jalan nasional. Sementara segmen Mendalo Darat–Simpang Sungai Duren menjadi jalur vital penghubung Jalan Tol Trans Sumatera dengan pusat aktivitas masyarakat, termasuk kawasan perguruan tinggi dan jalur angkutan batu bara.

Rapat tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan, Bupati Sarolangun Hurmin, perwakilan mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(J24-Diskominfo Muaro Jambi/Usman)