Jambi, J24-Kota Jambi belakangan ini terus menunjukkan sinyal positif menuju karakteristik kota maju. Namun, tantangan pembangunan ke depan tidak lagi sekadar mengejar angka pertumbuhan. Pemerintah daerah kini ditantang untuk melakukan lompatan besar: membawa Kota Jambi bertransformasi dari kota yang sekadar tumbuh menjadi kota yang benar-benar memiliki daya saing tinggi.
Catatan strategis ini disoroti oleh pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi. Ia melihat indikator makro ekonomi Kota Jambi sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Sebut saja pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 4,98% dan pendapatan per kapita warga yang menyentuh kisaran Rp68,30 juta.
Lompatan juga terlihat pada kualitas warganya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi tahun 2024 sudah menembus angka 81,77, sebuah angka yang menempatkannya di kategori sangat tinggi. Anak-anak di Jambi kini rata-rata bersekolah hingga 11,51 tahun, dengan harapan lama sekolah mencapai 15,55 tahun.
"Capaian ini adalah bukti kalau fondasi ekonomi dan kualitas SDM di Kota Jambi terus membaik. Ini modal yang sangat kuat untuk mendongkrak daya saing daerah," ujar Noviardi.
Namun, Noviardi memberi catatan tebal. Menurutnya, daya saing sebuah kota tidak bisa hanya dipotret dari keunggulan statistik makro dan tingginya IPM. Sifat inklusif dari pertumbuhan itu sendiri jauh lebih krusial.
"Pertanyaan utamanya adalah, apakah kue pembangunan ini sudah dirasakan oleh semua lapisan masyarakat? Apakah warga di pinggiran kota juga menikmati fasilitas yang sama? Kalau belum, artinya pertumbuhan kita belum melahirkan daya saing yang merata," kritiknya.
Ia mencontohkan angka kemiskinan yang turun ke 7,73% dan tingkat pengangguran terbuka di posisi 7,38%. Angka-angka yang tampak segar di laporan itu, menurutnya, harus dibaca dengan lebih jeli.
"Turunnya angka kemiskinan harus sejalan dengan perbaikan kualitas pekerjaan dan pendapatan. Jangan sampai mereka yang baru lepas dari status miskin ternyata masih berada di kelompok rentan. Begitu ada guncangan ekonomi sedikit saja, mereka bisa dengan mudah jatuh miskin lagi," jelas Noviardi.
Di sisi lain, Noviardi mengapresiasi masifnya pembangunan infrastruktur fisik di Kota Jambi, mulai dari Mal Pelayanan Publik, fasilitas kesehatan, jalur pedestrian, terminal, hingga gedung sekolah baru. Hanya saja, agar infrastruktur ini berkontribusi pada daya saing daerah, kemegahan fisik harus diikuti dengan peningkatan mutu layanan dan produktivitas warga.
"Kota maju itu bukan cuma soal gedung yang mentereng atau jalanan yang mulus. Jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana infrastruktur tersebut bisa bikin ekonomi lebih efisien, ramah investasi, membuka lapangan kerja baru, dan ujung-ujungnya menaikkan kualitas hidup warga," tambahnya.
Tantangan terbesar Kota Jambi ke depan, lanjut Noviardi, adalah menjaga keseimbangan antara mengejar target pertumbuhan, memeratakan pembangunan, dan merawat lingkungan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kehilangan maknanya jika ketimpangan antarwilayah makin menganga, ruang terbuka hijau terus tergerus, banjir makin sering melanda, atau kualitas lingkungan hidup justru merosot. Daya saing kota modern yang sejati justru terletak pada prinsip keberlanjutan.
Untuk mewujudkan transformasi tersebut, ia mendorong Pemerintah Kota Jambi agar lebih serius menerapkan kebijakan berbasis data (evidence-based policy).
"Ke depan, ukuran keberhasilan bukan lagi soal seberapa besar anggaran yang dihabiskan, tapi seberapa efektif kebijakan itu membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga. Data harus menjadi kompas dalam mengambil keputusan, bukan sekadar pelengkap laporan di atas meja kerja," tegasnya.
Noviardi optimistis, dengan modal ekonomi dan kualitas SDM yang terus menanjak, Kota Jambi punya peluang emas untuk sejajar dengan kota-kota paling maju di Sumatra. Syaratnya, pemerintah harus konsisten berbenah dan berani menutup celah-celah kekurangan yang ada.
"Kota Jambi jangan cuma terjebak menjadi kota yang sekadar tumbuh secara alami dari tahun ke tahun. Sekarang saatnya melakukan transformasi pembangunan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan agar kita benar-benar menjadi kota berdaya saing yang menyejahterakan seluruh warganya," pungkasnya.(J24-Rel/AsenkLee)


0Komentar