Jakarta, J24 - Dadan Hindayana dicopot sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Nanik S Deyang jadi Kepala BGN.
Pergantian pimpinan terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik S. Deyang menjadi sosok yang mendapat perhatian publik setelah ditunjuk memimpin lembaga yang mengawal Program Makan Bergizi Gratis.
Pergantian ini memunculkan berbagai respons dan spekulasi terkait arah kebijakan BGN ke depan. Nanik sebelumnya dikenal aktif dalam berbagai program sosial dan pernah menjabat Wakil Kepala BGN.
Dengan pengalaman yang dimiliki, publik menanti langkah dan strategi yang akan diambil untuk melanjutkan program-program prioritas pemerintah di bidang gizi nasional.
"Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," kata Pras di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Dadan Hindayana dilantik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat di masa terakhir kabinetnya, pada Senin (19/8/2024). Ia dipercaya Jokowi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, yaitu badan yang bakal mengurusi program makan bergizi gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dadan merupakan dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB). Dadan tercatat menempuh pendidikan Proteksi Tanaman IPB pada 1986-1990. Ia melanjutkan pendidikannya di University of Bonn, Jerman, dan lulus 1997, serta Leibniz Universität Hannover dan lulus 1997.
Dikutip dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Dadan memiliki jabatan fungsional sebagai lektor dengan pendidikan terakhir jenjang S3. Ia juga pernah menerbitkan sejumlah karya ilmiah, termasuk jurnal internasional.
Beberapa karyanya antara lain 'Preferensi Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) terhadap Tanaman Padi'. Lalu, 'Keanekaragaman dan Peran Fungsional Serangga Ordo Coleoptera di Area Reklamasi Pascatambang Batu Bara di Berau, Kalimantan Timur'.(J24-Detik.com)

0Komentar