Jambi, J24 - Selama bertahun-tahun, debu pekat di musim kemarau dan kubangan lumpur yang licin di musim penghujan menjadi rutinitas harian ribuan warga di kawasan Bahar, Kabupaten Muarojambi. Namun, keluhan itu perlahan memudar seiring raungan mesin alat berat yang mulai meratakan dan mengeraskan jalan desa sepanjang 12 kilometer sejak Kamis (9/7/2026) lalu.

Inisiatif perbaikan infrastruktur ini dipelopori oleh Manajemen Kebun Tanjung Lebar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi-Sumbar. Langkah ini membuktikan bahwa orientasi perusahaan pelat merah tersebut tidak semata berkutat pada peningkatan produksi dan laba, melainkan juga pada tanggung jawab sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Jalan yang membentang dari Unit 3 hingga Unit 9 ini bukanlah sekadar jalur perlintasan biasa. Ia adalah akses utama yang menghubungkan empat desa, yakni Desa Panca Mulya, Desa Tanjung Harapan, Desa Tanjung Lebar, dan Desa Tanjung Baru. Di empat desa ini, bermukim sekitar 1.750 Kepala Keluarga (KK) yang mobilitasnya sangat bergantung pada kondisi jalan tersebut.

Sebelum diperbaiki, kondisi jalan ini kerap memicu rasa waswas. Beberapa pengendara motor sering kali tergelincir, bahkan mengalami kecelakaan akibat jalan yang berlubang dalam dan tergenang air saat hujan. Suprianto, salah seorang warga Desa Tanjung Lebar yang melintas saat alat berat sedang bekerja, tak bisa menyembunyikan rasa leganya.

"Alhamdulillah, terima kasih Kebun Tanjung Lebar PTPN sudah peduli pada perbaikan jalan ini. Dulu kalau hujan, jalan ini sangat licin dan banyak lubang yang tertutup genangan air. Sekarang kami bisa bernapas lega," ungkap Suprianto dengan raut wajah bersyukur.

Dampak sosial dari perbaikan ini sangat luas. Akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik kini menjadi jauh lebih mudah. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah tanpa khawatir seragam mereka kotor oleh cipratan lumpur, dan warga yang membutuhkan penanganan medis darurat ke fasilitas kesehatan atau puskesmas di ibukota kecamatan bisa melintas dengan lebih cepat dan aman.

Selain memulihkan mobilitas sosial, perbaikan infrastruktur jalan ini membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Jalan yang rusak sebelumnya menjadi beban tersendiri bagi rantai pasok ekonomi desa. Biaya transportasi menjadi tinggi, waktu tempuh membengkak, dan risiko kerusakan hasil bumi di perjalanan semakin besar.

Dengan ditimbunnya lubang-lubang dan diratakannya jalan menggunakan material batu split, akses logistik pertanian warga—yang mayoritas mengandalkan hasil perkebunan—kini menjadi jauh lebih efisien. Distribusi barang kebutuhan pokok dari dan menuju desa diproyeksikan akan lebih lancar, yang pada gilirannya dapat menekan inflasi lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Manager Kebun Tanjung Lebar PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar, Delvi, yang meninjau langsung lokasi perbaikan pada Jumat (10/7/2026), menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan paling mendesak dari masyarakat.

"Perbaikan jalan desa ini memang termasuk dalam program kerja kami tahun ini. Ini merupakan akses utama masyarakat empat desa dalam aktivitas sehari-hari ke sekolah, tempat ibadah, pusat pemerintahan kecamatan, hingga ke tempat kerja. Vitalitas dan mobilitas jalan ini sangat tinggi," jelas Delvi.

Dalam pengerjaannya, PTPN IV mengerahkan armada secara maksimal, termasuk penggunaan alat berat seperti grader, dump truck, vibrator roller, serta belasan tenaga kerja terampil. Pengerasan jalan dengan material batu split dipilih agar ketahanan jalan lebih maksimal dalam menghadapi cuaca ekstrem maupun lalu lalang kendaraan bermuatan berat.

Langkah konkret PTPN IV Regional IV ini menjadi contoh ideal bagaimana sinergi antara korporasi dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Di satu sisi, kelancaran operasional perusahaan terjamin, dan di sisi lain, denyut nadi perekonomian serta kualitas hidup sosial masyarakat desa dapat berdetak lebih kuat dari sebelumnya. (J24/FS).