Rapat dipimpin Brigjen TNI Nyamin, SIP, MM selaku Danrem 042/Garuda Putih sekaligus Plh. Dansatgas Penanganan Karhutla Provinsi Jambi rapat tersebut dimulai pukul 07.30 WIB.
Turut hadir jajaran Forkopimda, instansi vertikal, Karo Osp polda Jambi, Wakapolres Muarojambi, Dandim 0415/Jambi, Kepala Kejari Muarojambi, Kalaka BPBD Provinsi dan Kabupaten, Dinas Kehutanan, Perkebunan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, BMKG Jambi, Basarnas, Manggala Agni, Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Provinsi Jambi, (PRB), Kurniawan Gotama, Damkar Kabupaten Muarojambi serta OPD terkait.
Dalam rapat diungkapkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muarojambi terjadi sejak 5 Agustus 2026 dan belum padam sepenuhnya. Titik api tersebar di empat Kecamatan. Di Kecamatan Kumpeh meliputi Desa Rondang, Pematang Raman, Kelurahan Tanjung, Seponjen, dan Rantau Panjang.
Kecamatan Mestong di Desa Nyogan dan Kelurahan Tempino. Kecamatan Jambi Luar Kota mencakup Desa Mendalo Darat, Pematang Gajah, dan Muaro Pijoan. Sementara di Kecamatan Sungai Gelam berada di Desa Persiapan Air Merah.
Bupati Muatojambi Dr. Bambang Bayu Suseno menyampaikan sejak Maret hingga 15 Agustus 2026 telah terjadi 25 kejadian karhutla.
Kebakaran terluas ada di Desa Persiapan Air Merah, Sungai Gelam, pada 5-15 Agustus dengan Kendalanya lahan gambut dengan kedalaman 4-5 meter, akses jalan tidak ada, sumber air terbatas, dan tiupan angin.
“Dengan sinergitas Satgas Provinsi Jambi dan Kabupaten, api dapat dikendalikan dan dipadamkan. Untuk Rondang saat ini sudah padam dan sedang pendinginan,” ujar Bambang Bayu Suseno.
Bupati Dr Bambang Bayu Suseno menegaskan Pemkab akan memanggil perusahaan agar terlibat langsung dalam penanganan. “Kadang perusahaan tidak memikirkan dampak. Ke depan perusahaan harus punya tugas jelas dan ikut andil,” katanya.
Ia juga meminta mitigasi diperkuat agar Muarojambi menjadi percontohan daerah lain. Penanganan harus berupa pencegahan, bukan hanya setelah kejadian, ujar Bambang Bayu Suseno. (Diskominfo Muarojambi, J24/FS).









0Komentar