Muarojambi, J24 - Bupati Muarojambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, SP, MM, M.Si menghadiri rapat dalam rangka kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, SE, ME, di Markas Manggala Agni Daops Sumatera IX/Kota Jambi, Jalan Lingkar Barat I No. 338, Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Selasa (25/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas langkah strategis dan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Provinsi Jambi yang saat ini menghadapi peningkatan potensi kebakaran akibat kondisi cuaca dan kekeringan.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan kondisi wilayah Kabupaten Muarojambi yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi. Dari 11 Kecamatan yang ada, terdapat 8 Kecamatan yang rentan terhadap kebakaran, dengan luasan wilayah rawan sekitar 42 hektare lahan mineral dan 255 hektare lahan gambut.

Bupati juga melaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Muarojambi terus melakukan percepatan penanganan apabila menerima informasi terkait titik kebakaran. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama seluruh unsur terkait, termasuk petugas, masyarakat, serta lintas sektor.

“Dengan bantuan dan dukungan semua pihak, kita terus melakukan percepatan ketika mendapatkan informasi mengenai kebakaran. Kecepatan dalam merespons sangat penting agar api tidak meluas,” ujar Bupati.

Selain penanganan di lapangan, Bupati menyampaikan bahwa kondisi kualitas udara di Kabupaten Muarojambi juga menjadi perhatian. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) telah mencapai angka sekitar 200. 

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap, pemerintah daerah telah mengeluarkan edaran terkait peliburan sementara kegiatan pembelajaran bagi anak PAUD, TK, hingga SMP dengan tetap memantau perkembangan kondisi udara.

Pemerintah Kabupaten Muarojambi juga telah mendistribusikan sekitar 35.000 masker kepada masyarakat, sekolah, rumah sakit, dan puskesmas sebagai upaya perlindungan terhadap masyarakat dari dampak asap akibat karhutla.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut disampaikan bahwa pemerintah pusat merespons kondisi karhutla dengan cepat, salah satunya melalui penambahan satu unit pesawat water bombin, pungkas Menhut. (Diskominfo Muarojambi, J24/FS).