Kabut asap karhutla mulai meresahkan warga di Kota Jambi sekitarnya.

Jambi, J24-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai semakin dirasakan masyarakat Kota Jambi dan sejumlah wilayah sekitarnya. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan warga, terutama ketika asap dari titik-titik kebakaran terbawa angin dan menyelimuti kawasan permukiman, Senin pagi (10/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, upaya penanganan Karhutla terus dilakukan secara bersama-sama oleh personel gabungan TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi dan BPBD Kabupaten Muarojambi.

Salah satu lokasi Karhutla yang mendapat perhatian serius berada di RT 25, Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi.

Gubernur Jambi Dr H Al Haris, S.Sos., MH, bersama jajaran terkait turun langsung ke lokasi pada Minggu (9/8/2026) untuk mengecek proses pemadaman yang masih berlangsung.

Kehadiran gubernur dan jajaran terkait menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal, sekaligus melihat kondisi faktual di lapangan serta langkah yang dilakukan petugas untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Dalam pengecekan tersebut turut hadir Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol Vendra Rivianto, SIK., MH, Kasi Ops Korem 042/Gapu Letkol Inf Wahyu Alfian, Kepala BPBD Provinsi Jambi H Bachyuni Deliansyah, SH., MH, serta personel Aman Nusa II Polres Muarojambi.

Rombongan bergerak menuju lokasi kebakaran untuk melihat secara langsung proses pemadaman yang dilakukan personel gabungan.


Asap Mulai Menjadi Kekhawatiran Warga

Karhutla di wilayah Muarojambi menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan Kota Jambi. Pergerakan asap yang dipengaruhi kondisi angin membuat dampak kebakaran berpotensi dirasakan masyarakat di wilayah sekitar.

Bagi masyarakat, persoalan Karhutla bukan hanya mengenai api yang membakar kawasan hutan dan lahan. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila menyebar ke kawasan permukiman.

Kondisi tersebut membuat penanganan Karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api di permukaan. Petugas juga harus memastikan titik-titik yang terbakar benar-benar terkendali agar api tidak kembali muncul dan meluas.

Pemerintah bersama aparat keamanan dan instansi terkait pun terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar, SIK., MH, melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji, menegaskan bahwa penanganan Karhutla menjadi perhatian serius jajaran Polda Jambi.

Menurutnya, Polda Jambi bersama TNI, BPBD dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam melakukan pemadaman serta penanggulangan Karhutla.

“Bapak Kapolda Jambi menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Polda Jambi bersama TNI, BPBD dan seluruh stakeholder akan terus bersinergi melakukan upaya pemadaman serta memastikan kondisi di lapangan dapat dikendalikan,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji.


Personel Gabungan Masih Berjibaku

Erlan mengatakan, personel gabungan hingga saat ini masih berada di lokasi dan terus melakukan upaya pemadaman.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus menekan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Penanganan di lapangan juga membutuhkan pemantauan berkelanjutan. Pasalnya, kebakaran lahan dapat kembali muncul apabila bara api atau titik panas belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Karena itu, personel tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memastikan area yang telah ditangani tetap dalam kondisi aman.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Polda Jambi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik untuk membuka lahan maupun kepentingan lainnya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api ataupun aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik untuk membuka lahan maupun kegiatan lainnya. Apabila melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” kata Erlan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran semakin meluas.

Pencegahan dinilai menjadi langkah penting karena penanganan Karhutla membutuhkan sumber daya besar ketika api telah meluas dan asap mulai berdampak ke wilayah sekitar.

Polda Jambi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Muarojambi, TNI, BPBD serta seluruh personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.

Kota Jambi Menunggu Langkah Cepat

Di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terhadap kabut asap, percepatan penanganan titik-titik Karhutla menjadi hal yang dinantikan warga.

Kebakaran di wilayah Muarojambi menjadi perhatian tersendiri karena kedekatan geografisnya dengan Kota Jambi. Kondisi angin dan cuaca dapat memengaruhi pergerakan asap sehingga penanganan di wilayah sumber kebakaran menjadi bagian penting untuk mencegah dampaknya semakin luas.

Penanganan Karhutla pada akhirnya bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi juga menjaga agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan lingkungan tidak mengalami kerusakan yang lebih luas.

Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, BPBD dan masyarakat menjadi kunci. Sebab, ketika api sudah membesar, pekerjaan memadamkannya jauh lebih sulit dibanding mencegahnya sejak awal.

Untuk itu, pengawasan terhadap kawasan rawan Karhutla dan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.(J24-AsenkLee)