Foto Ilusttrasi.(JPO)

Jambi, J24-Tingginya tingkat kekeruhan air Sungai Batanghari berdampak langsung terhadap proses pengolahan air baku di PDAM Tirta Mayang Kota Jambi. Kondisi tersebut mengakibatkan pelayanan distribusi air bersih di sejumlah kawasan mengalami pengurangan jam pelayanan karena kapasitas produksi tidak dapat berjalan secara optimal.

Wilayah yang terdampak meliputi kawasan Mayang Ujung, kompleks Perumahan BCL, serta sejumlah daerah yang berada di ujung atau batas jaringan teknis pelayanan PDAM Tirta Mayang. Di wilayah-wilayah tersebut, pelanggan mengalami penurunan tekanan air hingga berkurangnya waktu distribusi.

Direktur Utama PDAM Tirta Mayang, Arianto, menjelaskan bahwa tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari saat ini mencapai sekitar 5.000 Nephelometric Turbidity Unit (NTU). Angka tersebut jauh melampaui kapasitas normal instalasi pengolahan air (IPA) yang dirancang untuk mengolah air dengan tingkat kekeruhan sekitar 250 hingga 300 NTU.

Menurut Arianto, lonjakan kekeruhan tersebut membuat proses pengolahan air menjadi jauh lebih kompleks. Instalasi harus bekerja lebih keras untuk menurunkan kadar partikel tersuspensi agar air hasil produksi memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

"Semakin tinggi tingkat kekeruhan air baku, semakin berat proses pengolahannya. Hal ini berpengaruh terhadap kapasitas produksi dan kontinuitas distribusi kepada pelanggan," ujarnya.

Meski demikian, kondisi debit Sungai Batanghari masih berada dalam kategori aman untuk mendukung operasional pengambilan air baku. Berdasarkan pemantauan terakhir, tinggi muka air sungai berada pada kisaran 130 sentimeter, sehingga tidak mengganggu proses penyedotan air menuju instalasi pengolahan.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tingginya kandungan material di Sungai Batanghari berkaitan dengan pengaruh fenomena El Nino, yang memengaruhi karakteristik hidrologi dan kualitas air di sejumlah wilayah.

PDAM Tirta Mayang menargetkan air hasil produksi tetap memenuhi standar kualitas air bersih dengan tingkat kekeruhan maksimal sekitar 3 NTU. Untuk mencapai standar tersebut, perusahaan terus melakukan penyesuaian pada proses pengolahan, termasuk optimalisasi penggunaan bahan kimia koagulan dan pengaturan operasional instalasi agar kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap terjaga.

Manajemen PDAM Tirta Mayang juga terus memantau perkembangan kondisi Sungai Batanghari secara berkala. Apabila tingkat kekeruhan air baku mulai menurun dan kembali mendekati kondisi normal, kapasitas produksi air bersih akan ditingkatkan secara bertahap sehingga pelayanan distribusi kepada pelanggan dapat kembali berjalan optimal.

PDAM Tirta Mayang mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menggunakan air secara bijaksana selama proses penyesuaian produksi berlangsung. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas berkurangnya jam pelayanan dan memastikan seluruh upaya dilakukan agar distribusi air bersih dapat segera kembali normal.(J24-AsenkLee)