Dalam paparannya, Bupati Dr. Bambang Bayu Suseno memaparkan 6 permasalahan utama karhutla di Muarojambi.
1. Wilayah gambut luas dan dalam sehingga api mudah menjalar di bawah permukaan.
2. Akses ke lokasi sulit dan butuh kendaraan khusus serta transportasi air.
3. Keterbatasan sumber air saat kemarau.
4. Sarana prasarana terbatas seperti mobil tangki dan pompa.
5. Perlunya sinergi lintas instansi, perusahaan, desa dan masyarakat.
6. Penguatan patroli, deteksi dini dan sosialisasi.
Pemkab Muarojambi menyatakan kesiapan sarana: 10 pompa jinjing 2 HP, 4 pompa sedang 6 HP, 5 pompa besar 23 HP, 8 pompa apung 13 HP, 5 motor trail, 1 Triton, 1 L300, 1 tangki, 1 truk serbaguna, 50 roll selang 3 inci, 20 roll selang 2 inci, dan 25 nozzle.
Bupati juga mengapresiasi bantuan Dana Siap Pakai BNPB berupa 1 pompa besar 23 HP, 1 pompa jinjing, 10 nozzle 2,5 inci, selang, Y connector, flexible tank, APD, serta 5.000 box masker KN95 senilai Rp125 juta.
Terkait kabut asap, Pemkab memperpanjang pembelajaran daring PAUD hingga SMP mulai 31 Agustus–2 September 2026 karena ISPU mencapai 173 dengan kategori tidak sehat. “Penanganan karhutla butuh komitmen dan kerja sama semua pihak untuk melindungi lingkungan dan masa depan Muaro Jambi,” tegas Bupati. (Diskominfo Muarojambi, J24/FS).









0Komentar