Program sertifikasi yang berlangsung pada 24 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut mencakup pemahaman teori mendalam serta uji praktik lapangan mengenai standar pengoperasian perkebunan kelapa sawit berkelas dunia.
Sekretaris Perusahaan PTPN IV Regional IV, Muhammad Ridwan, menyampaikan bahwa kelulusan seluruh perwakilan perusahaan dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.
"Penguasaan kompetensi Auditor ISPO oleh insan PTPN IV Regional IV bertujuan untuk memastikan seluruh operasional perkebunan berjalan selaras dengan prinsip ramah lingkungan. Peningkatan kapasitas ini menjadi fondasi penting dalam menopang daya saing minyak sawit nasional sekaligus mendukung komitmen global penekanan emisi gas rumah kaca," ujar Ridwan, Senin (5/10/2026).
Ridwan menambahkan, skema sertifikasi ISPO merupakan instrumen wajib yang menjamin kepatuhan pelaku usaha perkebunan, industri hilir, hingga rantai pasok bioenergi terhadap kriteria keberlanjutan.
Keterlibatan TÜV Rheinland Indonesia-lembaga independen berskala internasional yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN)-memberikan bobot validasi yang kuat terhadap keandalan kompetensi para auditor tersebut.
"Pengawasan mutu serta penerapan standar mutu yang transparan adalah kunci utama agar produk minyak sawit Indonesia terus mendapat kepercayaan di tingkat internasional. Dengan hadirnya tenaga ahli auditor internal ini, PTPN IV Regional IV siap mengawal konsistensi penerapan standar keberlanjutan secara mandiri dan berkelanjutan," tegas Ridwan.
Penambahan 19 auditor ISPO bersertifikat ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pengawasan internal, menjaga integritas tata kelola perusahaan, serta memperkokoh posisi PTPN IV Regional IV sebagai produsen kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berdaya saing tinggi. (J24/FS).


0Komentar