Merangin, J24 - Bentrok berdarah memanas antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dan petugas keamanan PT Sari Aditya Loka (SAL) II di Kabupaten Merangin, Jambi, memicu situasi mencekam dilaporkan 8 orang korban luka, Minggu sore (12/4/2026).

Sedikitnya delapan orang dilaporkan menjadi korban, dengan luka tembak hingga hantaman benda keras. Dua warga SAD dilarikan ke RSUD Kolonel Abunjani, sementara tiga petugas keamanan perusahaan dirawat di RS Raudah, Bangko. Satu warga SAD dilaporkan masih hilang pasca kejadian.

Nyuntin, salah satu korban dari SAD, menyebut bentrokan bermula saat pihaknya mencoba meredam ketegangan antara kelompok SAD Air Hitam dan petugas keamanan. 

Upaya mediasi sempat terjadi, namun situasi berubah cepat menjadi kekerasan. Kami awalnya menahan bentrok, sempat dimediasi, tapi kemudian terjadi penyerangan,” ujarnya dari ruang perawatan.

Ia mengalami luka di bagian pinggul akibat pukulan benda keras hingga kesulitan bergerak. Sementara itu, dua rekannya masing-masing bernama Syawal dirawat, dan Nyatan hingga kini belum ditemukan.

Di pihak perusahaan, korban juga berjatuhan. Melianus Trelaka, salah satu petugas keamanan, mengalami luka tembak di bagian kepala. Dua rekannya, Ahmad Saifudin dan Musa Mabilani, mengalami luka tembak di dada serta serpihan di bagian tubuh atas. “Ada ratusan massa. Sekitar 200 di lokasi, dan 200 lainnya dari luar,” ungkap Melianus.

Informasi yang dihimpun menyebut, bentrokan diduga dipicu penolakan warga SAD terhadap penempatan sekitar 60 petugas keamanan baru yang didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran mereka yang baru bertugas dua hari disebut memicu ketegangan yang telah lama terpendam.

Seorang karyawan PT SAL, Kartubi, membenarkan insiden tersebut dan menyebut kondisi mulai berangsur kondusif. “Korban dari pihak perusahaan ada tiga orang, saat ini dirawat di RS Raudah Bangko,” katanya singkat.

Pasca bentrokan, aparat kepolisian masih bersiaga di lokasi untuk mencegah eskalasi lanjutan. Selain korban luka, satu unit mess di kawasan PT SAL II dilaporkan hangus terbakar, diduga dibakar saat kerusuhan berlangsung.

Hingga kini, penyebab pasti dan kronologi lengkap insiden masih dalam penyelidikan aparat. Ketegangan antara warga SAD dan pihak perusahaan pun dikhawatirkan belum sepenuhnya mereda. (J24/Red).