Dalam kesempatan tersebut, Cek Endra menegaskan bahwa kegiatan reses harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas. "Tidak boleh lagi reses yang tidak bermanfaat. Baik dari sisi penggunaan uang maupun biaya kegiatan, semuanya harus memberi dampak langsung kepada masyarakat. Ini sudah menjadi instruksi yang harus dijalankan,” tegas polirisi Partai Golkar ini.
Menurutnya, arah kebijakan ini sejalan dengan dorongan untuk menghadirkan politik yang lebih substantif dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa Pemerintah Kota terus mendorong percepatan pembangunan melalui Program Kampung Bahagia, dengan alokasi Rp 100 juta per RT. Program ini akan menyasar 1.583 RT dan dilaksanakan dalam dua tahap. Semua program berbasis rembuk warga dan gotong royong, sehingga pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat, ujarnya.
Serap Aspirasi: Banjir, Infrastruktur hingga Layanan Dasar
Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi mencuat. Herman, Ketua RT 16 Solok Sipin, mengeluhkan persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayahnya, khususnya di kawasan belakang rumah dinas wali kota hingga Cendana.
Menurutnya, banjir kerap terjadi meski hujan dengan intensitas ringan. Ia juga menyebut bahwa dokumen perencanaan (RAB) serta hibah lahan dari warga telah siap. "Kalau hujan sedikit saja langsung banjir. Kami berharap ini segera ditindaklanjuti karena semua syarat sudah siap,” ujarnya.
Selain itu, warga Aur Kenali menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Padang Lawas yang telah diresmikan dan memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat.
Namun demikian, warga berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan jalan dari jembatan tersebut agar akses semakin maksimal. Tak hanya itu, persoalan sampah dan distribusi air PDAM juga menjadi perhatian warga yang meminta adanya perbaikan layanan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kemas Faried Alfarelly menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ia menyebut, persoalan banjir di Solok Sipin akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah kota karena secara teknis sudah siap untuk direalisasikan. “Ini akan kami dorong untuk segera ditindaklanjuti. RAB sudah ada, lahan juga sudah dihibahkan, artinya tinggal pelaksanaan,” tegasnya.
Terkait infrastruktur di Aur Kenali, Kemas Faried memastikan pihaknya akan mengupayakan agar pembangunan jalan lanjutan dari Jembatan Padang Lawas dapat masuk dalam prioritas anggaran berikutnya. “Kami akan perjuangkan agar manfaat jembatan ini semakin maksimal dengan adanya akses jalan yang memadai,” tambahnya.
Sementara untuk persoalan sampah dan layanan PDAM, ia menegaskan akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait agar ada solusi konkret di lapangan. “Kami tidak ingin keluhan ini berlarut-larut. Semua akan kami tindak lanjuti agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Kemas Faried juga menyalurkan 400 paket sembako kepada warga Telanaipura dalam rangkaian kegiatan reses tersebut. Ia menegaskan, DPRD tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga mendorong agar setiap kebijakan dan anggaran benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat nyata.
“Kami ingin memastikan sinergi antara DPRD, pemerintah kota, dan pemerintah pusat berjalan baik, sehingga setiap program benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mampu menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (J24/Red).

0Komentar