Jakarta, J24 - Media sosial sempat diramaikan dengan isu harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi naik sebesar 10 persen pada 1 April 2026 pukul 00.00. Isu ini pun membuat masyarakat ramai-ramai melakukan panic buying BBM. Antrean SPBU terjadi di mana-mana, bahkan ada yang sampai membawa jeriken untuk menampung bensin lebih. Adapun prediksi mengenai kenaikan harga BBM ini juga bukan tanpa sebab.

Pasalnya, harga minyak dunia kini makin naik imbas perang di Timur Tengah. Terlebih, negara-negara lain juga mengalami kenaikan harga BBM, yang memaksa mereka melakukan darurat energi nasional. Meski demikian, kini pemerintah telah memastikan bahwa harga BBM tidak naik pada 1 April 2026. Untuk itu masyarakat dihimbau agar tenang. 

Istana pastikan tak ada kenaikan harga

Istana menegaskan, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi. Hali ini ditegaskan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi setelah Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina melakukan koordinasi atas petunjuk dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. 

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026). Prasetyo berharap penegasan ini dapat memberikan informasi yang lebih jelas dan akurat kepada masyarakat.

Istana juga meminta masyarakat tidak panik dan diharapkan tenang,  karena ketersediaan BBM dalam negeri masih aman. "Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin," ucap Prasetyo.

DPR minta tak ada yang timbun BBM 

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, pemerintah telah memastikan harga BBM subsidi dan non-subsidi tidak naik pada 1 April 2026. "Mulai besok adalah masih tetap berlaku harga yang sama. Sehingga masyarakat tidak perlu panik, masyarakat tidak perlu melakukan antrean, dan terlebih lagi melakukan penimbunan terhadap BBM," ujar Dasco dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

DPR memonitor bahwa telah terjadi antrean di SPBU.

Dia mengimbau masyarakat tidak perlu menciptakan antrean untuk membeli bensin, karena harga sudah dipastikan tidak naik. "Hasil komunikasi dengan pihak pemerintah, komitmen dari Presiden Prabowo akan terus memonitor dan tetap menjaga kebutuhan masyarakat akan BBM tersebut. Dan sekali lagi kami sampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah untuk hal ini," imbuhnya. 

Cadangan BBM cukup Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, cadangan energi Indonesia dalam kondisi aman dengan berada di atas standar minimum nasional. Cadangan energi itu mencakup bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin, solar, ataupun avtur, serta elpiji atau liquefied petroleum gas (elpiji).

Cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional, baik itu solar maupun bensin, termasuk dengan gas, termasuk dengan avtur, termasuk juga dengan elpiji," kata Bahlil dalam konferensi pers secara daring dari Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026). 

Ia menuturkan, terjaganya cadangan energi nasional juga didukung implementasi program mandatori B50 (campuran 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar) yang akan membuat Indonesia mengalami surplus solar pada tahun ini. Hal itu seiring dengan mulai beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang meningkatkan kapasitas produksi kilang dari 260.000 barrel per hari menjadi 360.000 barrel per hari. "Jadi ini menjadi kabar baik begitu RDMP di Kalimantan Timur sudah kita operasikan," kata dia.

Maka dari itu, Bahlil menekankan, kondisi energi nasional dalam posisi aman meski saat ini pasokan dan harga energi global sedang bergejolak seiring memanasnya konflik di Timur Tengah. 

"Artinya, sekalipun kita tahu semua bahwa ketegangan geopolitik yang belum kita tahu kapan selesai, dan beberapa negara lain telah melakukan berbagai macam kebijakan dalam rangka efisiensi negaranya, kita bersyukur kepada Allah atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional," ucap Bahlil.

Harga BBM yang berlaku 

Saat ini harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih mengacu pada ketentuan Pertamina Patra Niaga per 1 Maret 2026. Pertamax Rp 12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) Rp 12.900, serta Pertamax Turbo dari Rp 13.100 per liter.

Untuk jenis solar non-subsidi, harga Dexlite naik Rp 14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter. Untuk BBM subsidi Pertalite Rp 10.000 per liter dan solar Rp 6.800 per liter. (J24/FS).