Suasana Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi terasa berbeda. Deretan wajah penuh bangga tampak dari 43 orang yang resmi menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, Rabu (1/4/2026).
Di hadapan mereka, Wali Kota Jambi Maulana, bersama Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha, menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) pengangkatan sekaligus memimpin pengambilan sumpah janji.
Momentum itu bukan sekadar seremoni administratif. Menjadi titik awal perjalanan panjang sebagai abdi negara yang dituntut tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan berkomitmen.
Dalam arahannya mantan Direktur RSUD H Abdul Manap Kota Jambi ini tidak sekadar memberikan ucapan selamat. Ia memilih membuka ruang kesadaran para PNS baru dengan realitas yang harus mereka hadapi ke depan.
Dengan nada tegas, ia mengingatkan bahwa status yang kini disandang bukan hasil kebetulan, melainkan hasil seleksi ketat yang tidak semua orang mampu melewatinya. "Dari sekian banyak yang berharap, hanya 43 orang yang lulus. Tidak ada yang bisa membantu kecuali diri sendiri. Semua berbasis komputer, nilai ditentukan dari kemampuan,” tegas mantan Wakil Wali Kota Jambi periode 2018-2023.
Ucapan itu seakan menjadi pengingat bahwa di balik seragam yang kini mereka pakai, terdapat tanggung jawab besar yang tidak bisa dipandang ringan. Ia pun mengajak para PNS baru untuk tidak cepat berpuas diri, melainkan terus menjaga semangat kerja dan profesionalitas.
Alumni Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur Fakultas Kedokteran ini kemudian membawa suasana menjadi lebih reflektif, dengan menceritakan perjalanan hidupnya yang dimulai dari bawah. hingga akhirnya menjadi PNS, bahkan kini memimpin Kota Jambi. Baginya, perjalanan itu adalah bukti bahwa kesungguhan dan kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.
“Kalau kerja main-main, tidak ada prestasi, ya sampai di situ saja. Bahkan kalau tanpa keterangan tiga bulan berturut-turut, bisa saya keluarkan,” ujarnya dengan nada serius.
Pesan itu bukan sekadar peringatan, melainkan bentuk ketegasan dalam menjaga kualitas aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Kota Jambi. Ia tidak ingin ada ASN yang hanya hadir secara administratif, namun absen dalam kontribusi nyata.
Menariknya, di balik ketegasan tersebut, Maulana juga memberikan harapan besar. Ia membuka peluang percepatan karier bagi siapa saja yang mampu menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik. "Kalian 43 orang ini bisa saya angkat jadi pejabat dalam dua tahun, tapi harus kerja serius dan sungguh-sungguh,” ujar alumni Universitas Indonesia (UI) Fakultas Kesehatan Masyarakat program S2 ini.
Pernyataan itu sontak menjadi motivasi tersendiri. Sebuah peluang yang jarang disampaikan secara terbuka, sekaligus tantangan bagi para PNS baru untuk membuktikan kapasitas mereka dalam waktu yang relatif singkat.
Namun, di sisi lain, Maulana juga menegaskan batas yang tidak boleh dilanggar. Ia secara tegas mengingatkan agar para ASN menjauhi perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan, baik secara pribadi maupun institusi. “Kalau ada yang malas kerja apalagi main judi online, langsung SP. Kalau ingin jadi pemimpin, jauhi narkoba,” tegasnya.
Pernyataan itu memperlihatkan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga integritas aparatur, sekaligus merespons fenomena sosial yang kian mengkhawatirkan, termasuk maraknya judi online.
Tak hanya kepada para PNS baru, pesan juga diarahkan kepada seluruh kepala dinas agar tidak lepas tangan. Peran pembinaan dan pengawasan menjadi kunci dalam membentuk ASN yang profesional dan berkarakter. “43 orang ini saya serahkan ke Kepala Dinas. Tolong dipimpin dan dibimbing dengan baik. Jangan sampai ada yang tidak serius bekerja,” pungkas alumni Universitas Pakuan Bogor Jawa Barat program S3 ini.
Di akhir kegiatan, harapan besar kembali disampaikan kepada para PNS yang baru saja diangkat. Bahwa kehadiran mereka bukan hanya untuk mengisi formasi, tetapi juga menjadi bagian dari roda pemerintahan yang terus bergerak.
“Kami berpesan kepada adek-adek sekalian memang formasi PNS itu cuma sedikit semantara untuk mengisi pos-pos itu masih di prioritaskan bagi Mereka yang PNS, ASN kan ada dua PNS dan PPPK, jadi kami mempunyai harapan besar kepada 43 orang yang sudah di angkat PNS ini mudah-mudahan bisa berkerja dengan baik.”
Kini, langkah awal telah dimulai. Di balik SK yang telah diterima, tersimpan ekspektasi besar dari pemerintah dan masyarakat. Pertanyaannya, sejauh mana 43 PNS ini mampu menjawab tantangan dan membuktikan diri sebagai generasi ASN yang tidak hanya hadir, tetapi juga berdampak bagi kemajuan Kota Jambi. (J24/Red).

0Komentar