Gotong royong yang dilaksanakan disepanjang kawasan wisata Danau Sipin tersebut antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi bersama masyarakat tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menggerakkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem alam.
Aksi kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi langsung Presiden RI Prabowo Subianto sebagai upaya nyata meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya gerakan nasional kebersihan lingkungan dilakukan secara rutin.
“Gerakan Indonesia Asri ini tidak boleh dimaknai sekadar simbolis. Kami mendorong minimal dilakukan satu kali dalam seminggu di setiap daerah,” ungkap Menteri Lingkungan Hidup.
Menteri LH juga menyoroti kondisi pengelolaan sampah secara nasional yang masih menjadi tantangan serius. Dari total 141 ribu ton sampah per hari di Indonesia, pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu ton dapat dikelola melalui program Waste to Energy (WTE) sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Khusus untuk Provinsi Jambi, Menteri LH mengapresiasi capaian enam Kabupaten/Kota yang telah mengakhiri praktik open dumping, serta mendorong lima daerah lainnya untuk segera bertransformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Hal yang sama Gubernur Jambi menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi dalam mendukung kebijakan nasional tersebut, termasuk percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
“Kami akan fokus pada titik-titik publik yang menjadi sumber sampah, melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah, organisasi, dan komunitas. Sampah bukan lagi musuh, tetapi harus kita jadikan sahabat yang memiliki nilai ekonomi,” ungkap mantan Bupati Merangin dua periode ini.
Wali Kota Jambi Maulana dihadapan Menteri Lingkungan Hidup RI memaparkan strategi Pemerintah Kota Jambi dari sisi hulu melalui program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
Dijelaskan Wali Kota melalui program tersebut, Pemkot Jambi akan mengoptimalkan pengangkutan sampah langsung dari rumah warga menggunakan gerobak motor (jetor), yang melayani sekitar 300 Kepala Keluarga per unit. Sampah kemudian dipilah di depo sebelum residunya dibawa ke TPA Talang Gulo.
“Kami menargetkan 250 ribu rumah tangga terlibat dalam program OPBM. Ini tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh masyarakat. Nantinya juga akan ditegakkan regulasi untuk menghilangkan TPS liar,” tegas mantan Direktur RSUD Kota Jambi.
Mantan Wakil Wali Kota Jambi ini juga menambahkan, berbagai inovasi pengolahan sampah juga akan terus dikembangkan, seperti pengolahan menjadi bahan bakar alternatif (refuse derived fuel), maggot, pupuk cair, hingga persiapan pembangunan WTE dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Jambi telah mencatat sejumlah wilayah yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara optimal, bahkan tanpa keberadaan TPS, ujar suami Dr dr Hj Nadiyah Maulana, Sp.OG.
Program OPBM secara resmi direncanakan akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Jambi pada 2 Juni mendatang, dengan harapan menjadi langkah besar menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Maraknya suasana kegiatan ini siswa-siswi Pramuka turut ikut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih kawasan wisata unggulan di Kota Jambi tersebut, bersama seluruh jajaran Pemerintahan Kota Jambi dan unsur Forkopimda.
Hal ini diharapkan sebagai momentum terus meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan terhadap lingkungan agar tetap Asri, Nyaman dan Indah. (J24/Red).


0Komentar