Kapolda Jambi Tekankan Pentingnya Komunikasi Publik
Jambi, J24- Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan pentingnya peningkatan kualitas komunikasi publik di lingkungan kepolisian sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan media sosial dan media siber saat ini. Dalam arahannya kepada seluruh jajaran, ia meminta setiap personel mampu beradaptasi dengan pola komunikasi modern yang serba cepat, terbuka, dan mudah diakses masyarakat.
Di era digital, arus informasi bergerak dalam hitungan detik. Sebuah peristiwa yang terjadi di lapangan dapat langsung tersebar melalui media sosial sebelum laporan resmi selesai dibuat. Kondisi ini menuntut aparat kepolisian untuk lebih responsif, bijak, dan profesional dalam memberikan informasi kepada publik.
Karena jika ruang komunikasi tidak segera diisi dengan penjelasan yang akurat, maka spekulasi, hoaks, hingga opini liar akan lebih dulu berkembang. Manusia memang unik. Kadang video 15 detik tanpa konteks dianggap lebih sahih daripada klarifikasi resmi tiga halaman.
Hal itu diungkapkan Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar saat memberikan kata sambutan pada pembukaan Uji Kompetisi Wartawan (UKW) ke 13, di Hotel Abadi Sweet Kota Jambi, Rabu (20/5/2026) pagi.
Pembukaan ditandai dengan Gubernur Jambi H Al Haris memukul Gong tanda dibukanya UKW PWI Jambi angkatan ke-13 di Hotel Abadi Sweeet Kota Jambi, Rabu (20/5/2026). Gubernur Jambi didampingi Ketum PWI Pusat, Kapolda Jambi, Wali Kota Jambi, Ketua PWI Provinsi Jambi, Ketua PWI Kota Jambi dan Pejabat Forkompinda Jambi lainnya.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar menilai, komunikasi publik bukan lagi sekadar pelengkap tugas kepolisian, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran polisi di ruang digital harus mampu memberikan rasa tenang, kejelasan informasi, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi.
Menurutnya, setiap personel perlu memahami cara berkomunikasi yang humanis dan tidak terpancing oleh provokasi di media sosial. Kritik dari masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai ancaman. Dengan komunikasi yang baik, aparat kepolisian dapat menjelaskan suatu peristiwa secara utuh sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Menurut Irjen Pol Krisno H. Siregar, perkembangan media siber juga menuntut kemampuan literasi digital di lingkungan kepolisian. Aparat diharapkan mampu memahami pola penyebaran informasi, mengenali potensi disinformasi, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.
"Pemanfaatan media sosial secara positif dinilai dapat memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat, terutama generasi muda yang kini lebih banyak memperoleh informasi melalui platform digital dibanding media konvensional," ujar Irjen Pol Krisno H. Siregar.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar juga mengingatkan pentingnya kecepatan dalam memberikan klarifikasi terhadap isu-isu yang berkembang. Dalam situasi tertentu, keterlambatan penyampaian informasi dapat memicu kesalahpahaman dan memperbesar ketidakpercayaan publik. Oleh karena itu, jajaran kepolisian diminta aktif membangun komunikasi dua arah dengan media massa maupun masyarakat melalui kanal digital resmi.
"Langkah ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk bertransformasi menghadapi tantangan zaman. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang terus berubah, aparat kepolisian tidak hanya dituntut hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu menjadi sumber informasi yang terpercaya, terbuka, dan adaptif terhadap dinamika komunikasi modern," kata Irjen Pol Krisno H. Siregar.
Irjen Pol Krisno H. Siregar juga mengapresiasi pelaksanaan UKW PWI Jambi, dalam meningkatkan kualitas wartawan di Jambi. Pihaknya juga mendukung jika ada pelaksanaan UKW. (J24-AsenkLeeSaragih)
.jpg)
0Komentar