Jambi, J24 - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi tetap konsisten dalam menjaga keamanan pangan bagi masyarakat, hal ini terlihat kembali membuahkan hasil membanggakan. Kota Jambi sukses meraih penghargaan “Kota Pangan Aman Level 3” kategori “Sedang” dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sekaligus menjadi capaian tertinggi di Provinsi Jambi.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPOM Jambi, Musthofa Anwari, S.Si, Apt, kepada Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, didampingi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, SE, MA, Selasa (12/5/2026), di Ruang Kerja Wali Kota Jambi.

Penghargaan itu diberikan setelah Kota Jambi dinilai berhasil menerapkan sistem pengawasan dan pembinaan pangan secara konsisten. BPOM menilai Pemkot Jambi mampu membangun sinergi lintas sektor dalam memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kesehatan dan keamanan.

Saat ini, Kota Jambi menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang berhasil meraih penghargaan Level 3 dari BPOM.

Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi bukti keseriusan Pemkot Jambi dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat melalui pengawasan pangan yang maksimal.

“Penghargaan ini hasil kerja bersama. Alhamdulillah Kota Jambi sudah berada pada level tertinggi di Provinsi Jambi walaupun masih kategori sedang. Ke depan kita targetkan naik menjadi kategori unggul dengan memperkuat kolaborasi bersama seluruh pihak terkait,” ujar mantan Direktur RSUD H Abdul Manap Kota Jambi.

Mantan Wakil Wali Kota Jambi periode 2018-2023 ini juga menegaskan Pemkot Jambi akan segera membentuk tim khusus untuk memperbaiki sejumlah indikator yang masih dinilai rendah oleh BPOM.

Selain itu, Wali Kota meminta dukungan BPOM Jambi bersama Dinas Kesehatan Kota Jambi dalam melakukan pengawasan terhadap program prioritas nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di 46 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kota Jambi.

“Kami berharap BPOM bersama Dinkes Kota Jambi dapat rutin mengambil sampling makanan secara periodik. Kalau pengawasan sering dilakukan langsung ke lapangan, tentu semua pihak akan lebih berhati-hati dalam menjaga kualitas makanan,” ungkap suami Dr dr Hj Nadiyah Maulana, Sp.OG.

Menurut alumni Universitas Brawijaya Malang Fakultas Kedokteran bahwa capaian tersebut menjadi motivasi besar bagi Pemerintah Kota Jambi untuk terus meningkatkan kualitas keamanan pangan, terlebih Kota Jambi bukan daerah penghasil bahan pangan utama.

“Terima kasih kepada BPOM atas penghargaan ini. Pemerintah Kota Jambi akan terus menjaga kualitas dan keamanan pangan demi kesehatan masyarakat,” tutur alumni Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat program S2.

Alumni Universitas Pakuan Bogor Jawa Barat program S3 ini juga menekankan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar pengawasan pangan di Kota Jambi berjalan semakin optimal.

“Keamanan pangan adalah bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa aman dan percaya terhadap produk pangan yang mereka konsumsi setiap hari,” tegas pendiri RS Ibu dan Anak Annisa kawasan Kebun Handil Jelutung Kota Jambi. (J24/Red).