Muarojambi, J24-Aksi pencurian kabel milik PT PLN di Kabupaten Muaro Jambi semakin nekat dan meresahkan. Bukan hanya merugikan negara hingga puluhan juta rupiah, kejahatan ini juga membuat masyarakat menjadi korban langsung akibat pemadaman listrik yang berulang. Ironisnya, kasus serupa disebut sudah berkali-kali terjadi, namun para pelaku seolah tak tersentuh hukum.

Peristiwa terbaru terjadi di Desa Mudung Darat, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (15/6/2026) dini hari. Kabel PLN berukuran 4x70 sepanjang sekitar 50 meter diduga dipotong oleh komplotan pencuri yang beraksi saat warga sedang terlelap.

Akibat aksi tersebut, puluhan rumah warga mendadak kehilangan aliran listrik. Aktivitas masyarakat terganggu, sementara para pelaku berhasil melarikan diri sebelum sempat diamankan.

Pantauan di lokasi menunjukkan kabel listrik yang sebelumnya membentang di atas tiang telah terjatuh ke tanah dalam kondisi terpotong rapi. Potongan kabel itu membentang di tengah jalan, menjadi bukti nyata keberanian para pelaku yang diduga beraksi tanpa rasa takut.

Mek Pawil, warga setempat, mengaku terbangun sekitar pukul 03.00 WIB setelah mendengar suara benda jatuh di depan rumahnya.

"Saya keluar pakai senter karena mendengar suara keras. Saya kira pohon sawit yang jatuh atau dicuri orang. Ternyata kabel PLN besar sudah tergeletak di tanah," ungkapnya.

Yang lebih mengejutkan, ia mengaku sempat melihat beberapa orang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Saya lihat ada cahaya senter ke arah tiang listrik. Saat saya sorot, ada tiga orang di tengah jalan. Begitu tahu ada warga, mereka langsung kabur," katanya.

Kesaksian tersebut mengindikasikan bahwa para pelaku nyaris berhasil membawa hasil curiannya. Jika tidak diketahui warga, bukan tidak mungkin kabel sepanjang puluhan meter itu sudah raib tanpa jejak.

Tak lama setelah kejadian, petugas PLN turun langsung melakukan perbaikan jaringan untuk memulihkan aliran listrik warga. Namun di balik upaya tersebut, tersimpan kekecewaan mendalam karena kasus serupa terus berulang.

Supriadi, petugas PLN yang berada di lokasi, menegaskan bahwa pencurian kabel listrik di wilayah Muaro Jambi bukan lagi kasus baru.

"Kabel PLN sering sekali dicuri di Muaro Jambi. Kami hampir selalu menerima laporan kabel putus, dan setelah dicek ternyata dicuri. Ini bukan pertama kali, tetapi sudah berulang kali terjadi," tegasnya.

Menurutnya, aksi pencurian infrastruktur kelistrikan tidak hanya merugikan PLN, tetapi juga menyengsarakan masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik untuk aktivitas sehari-hari.

"Kami berharap pihak kepolisian benar-benar serius menangkap para pelaku. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban," ujarnya.

Maraknya pencurian kabel PLN memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa aksi yang terjadi berulang kali ini seolah tidak pernah berhasil diungkap hingga tuntas? Padahal para pelaku harus menjual kabel hasil curian kepada penadah yang tentu memiliki jaringan tertentu.

Warga menilai penindakan tidak boleh hanya berhenti pada pelaku lapangan. Aparat penegak hukum juga didorong membongkar jaringan penadah yang diduga menjadi mata rantai utama maraknya pencurian kabel negara.

Jika tidak segera ditindak tegas, masyarakat khawatir Muaro Jambi akan terus menjadi surga bagi para pencuri kabel, sementara warga harus berkali-kali menanggung akibatnya dalam bentuk pemadaman listrik, kerugian ekonomi, dan ancaman keselamatan.

Kini masyarakat menunggu langkah nyata aparat penegak hukum. Sebab yang dicuri bukan sekadar kabel, melainkan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik yang aman dan berkelanjutan.(J24-Red)