Peringatan tahun ini bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah. Acara dipusatkan di Balairung Sari, Gedung LAM Provinsi Jambi dengan mengusung tema "Hijrah Adat, Kembali ke Jati Diri, Teguh Menjaga Maruah."
Turut hadir Ketua MUI Provinsi Jambi, Direktur Bank Jambi, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, para Ketua LAM Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, serta perwakilan LAM Pusat. Bupati Dr. Bambang Bayu Suseno menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Muarojambi Pseko Melayu Jambi.
"Selamat Hari Adat Melayu Jambi. Semoga peringatan ini tidak sekadar seremoni adat, namun menjadi bagian dari ikhtiar bersama menjaga ingatan sejarah, merawat adat, dan meneguhkan marwah Melayu Jambi di tengah perubahan zaman," ujar Ketua DPD PAN Kabupaten Muarojambi.
Ketua Umum LAM Provinsi Jambi Hasan Basri Agus atau HBA menyampaikan pesan tegas. Menurutnya, adat tidak boleh berhenti sebagai pakaian, gelar, upacara, atau simbol kebesaran saja. "Adat harus hidup dalam perilaku. Dalam cara bertutur. Dalam cara memimpin. Dalam cara bermusyawarah. Dalam cara menyelesaikan masalah," tegas mantan Gubernur Provinsi Jambi.
Anggota DPR RI ini juga menekankan makna penetapan 1 Muharram sebagai Hari Adat Melayu Jambi. Bagi HBA, tanggal itu bukan hanya penanda pergantian waktu, tapi simbol perjalanan panjang peradaban Melayu Jambi yang terus hidup, tumbuh, beradaptasi, dan diwariskan.
"Adat Melayu Jambi bukan sekadar pakaian, gelar, upacara, atau simbol kebesaran. Adat adalah tata nilai yang mengajarkan kesantunan, kejujuran, musyawarah, penghormatan kepada orang tua, ketaatan kepada agama, serta tanggung jawab menjaga negeri," pungkas politisi Partai Golkar ini. (Diskominfo Muarojambi, J24/FS).












0Komentar