Jambi, J24 -Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi telah menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia untuk meminta penambahan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), yang akan dipasang di kawasan Seberang Kota Jambi.

Wali Kota Jambi Dr dr Maulana, MKM di Jambi, Kamis, (26/2/2026) mengatakan surat permohonan sudah diajukan kepada Kemenhub RI untuk mendapatkan alokasi LPJU. Langkah itu sebagai bagian dari percepatan program, “Kampung Terang” yang bertujuan memperluas pemerataan penerangan dan salah program Misi Jambi Bahagia.

Menurut dia kawasan Seberang Kota Jambi membutuhkan perhatian khusus soal penerangan, karena menjadi salah satu akses penting masyarakat, termasuk untuk mendukung operasional RS Adhyaksa.

"Kami berharap Kemenhub dapat membantu sedikitnya 25 unit LPJU untuk dipasang di sejumlah lokasi strategis," ungkap mantan Wakil Wali Kota Jambi periode 2018-2023.

Penambahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari, sekaligus menekan potensi gangguan keamanan. Upaya lain, pihaknya tetap mengoptimalkan pengadaan LPJU melalui APBD dan sumber pendanaan lain yang sah.

Menurut dia dengan pemasangan lampu jalan secara bertahap serta berbasis skala prioritas wilayah, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. "Kami menargetkan setiap Rukun Tetangga (RT) di Kota Jambi memperoleh hingga 30 titik LPJU, secara bertahap dengan harapan ada tambahan dukungan dari pemerintah pusat,” ujar mantan Direktur RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi Wildan Murtadho Al Idrus menambahkan program "Kampung Terang" tetap dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.

"Kita tetap melaksanakan program ini pada 2026. Pengadaan lampu jalan akan terus diupayakan, tentu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan keuangan daerah," kata suami Dr dr Hj Nadiyah Maulana, Sp.OG.

Pemasangan pada tahap awal 2026 akan dilakukan dengan memfokuskan ke wilayah prioritas seperti kawasan Seberang, Jambi Timur, Alam Barajo dan Kota Baru, pungkas alumni Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur. (J24/Red).