Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti (ketiga dari kiri) didampingi Wali Kota Jambi, H Maulana (kedua dari kiri) meninjau proyek kolam retensi pengendali banjir di kawasan Griya Lingga Permai, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Kamis (8/1/2026) sore. (Foto : Humas DPRD KotaJambi).


Pembangunan Infrastruktur Terpadu Perkuat Penanggulangan Banjir dan Layanan Publik di Kota Jambi

Jambi, J24 - Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat pembangunan infrastruktur strategis guna meningkatkan kualitas layanan publik dan mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi permasalahan utama di Kota Jambi.

Salah satu proyek prioritas adalah pembangunan kolam retensi pengendali banjir seluas sembilan hektare di kawasan Griya Lingga Permai, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk pembangunan kolam retensi tersebut.

Wakil Menteri PU Ir Diana Kusumastuti, MT, saat meninjau lokasi pembangunan, Kamis (8/1/2026), mengatakan bahwa pembangunan kolam retensi ini merupakan bagian dari upaya strategis penanggulangan banjir di Kota Jambi yang kerap terjadi setiap musim hujan.

“Pemerintah Pusat berkomitmen mendukung penanganan banjir di Kota Jambi. Anggaran pembangunan kolam retensi sudah disiapkan dan pengerjaan dapat dilakukan secara bertahap seiring proses pembebasan lahan,” ujar Diana.

Saat ini, Pemerintah Kota Jambi telah membebaskan sekitar 3,1 hektare lahan dari total kebutuhan sembilan hektare. Proses pembebasan lahan masih terus berlangsung dan menjadi salah satu faktor penentu percepatan pembangunan kolam retensi tersebut.

Wali Kota Jambi Dr dr H Maulana, MKM, menyampaikan bahwa kendala utama dalam pembangunan kolam retensi adalah masih adanya bangunan di sempadan sungai. Namun, pihaknya terus melakukan penataan sesuai ketentuan dan Surat Edaran Kementerian PU.

“Jika pembebasan lahan tuntas, pembangunan kolam retensi dapat berjalan optimal. Harapannya, wilayah-wilayah langganan banjir di Kota Jambi dapat terbebas dari genangan,” kata Maulana.

Total anggaran pembangunan kolam retensi pengendali banjir ini diperkirakan mencapai Rp75 miliar, termasuk pembebasan lahan. Anggaran tersebut bersumber dari Kementerian PU sebesar Rp45 miliar, Pemerintah Provinsi Jambi Rp25 miliar, serta Pemerintah Kota Jambi Rp5 miliar.

Selain kolam retensi, pemerintah juga memperkuat pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Wakil Menteri PU turut meninjau Daerah Irigasi Kasang Pudak, Stasiun Pompa Sungai Asam, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sijenjang.

IPAL Sijenjang yang telah rampung pada 2024 dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sanitasi kota. Fasilitas ini ditargetkan melayani hingga 10.000 sambungan rumah, sehingga pembuangan limbah rumah tangga tidak lagi mencemari sungai dan drainase kota.

“IPAL ini merupakan aset penting bagi Kota Jambi. Pemanfaatannya harus terus ditingkatkan agar dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat,” ujar Diana Kusumastuti.

Pemerintah Kota Jambi menyatakan komitmennya untuk terus menambah jumlah sambungan rumah IPAL tersebut. Saat ini, ratusan rumah, khususnya di kawasan Kecamatan Pasar, telah terhubung dan manfaatnya mulai dirasakan warga.

Di sektor pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, juga menjadi bagian dari agenda pembangunan kota. Sekolah ini ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026 dan akan menampung 1.080 siswa dari keluarga kurang mampu, mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Pembangunan berbagai infrastruktur tersebut menjadi bukti sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan Kota Jambi yang lebih tangguh terhadap banjir, memiliki sanitasi yang lebih baik, serta akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat.(J24-AsenkLeeSaragih)