Sejumlah foto yang diambil sekitar tahun 2007 menjadi saksi kesederhanaan sekaligus komitmen tersebut. (IST)

Jambi, J24 - Perencanaan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara serampangan. Penetapan program prioritas harus didasarkan pada berbagai pertimbangan strategis, mulai dari kebutuhan masyarakat, potensi wilayah, tujuan pembangunan, ketersediaan sumber daya, hingga partisipasi masyarakat. 

Selain itu, kesesuaian dengan rencana pembangunan nasional, dampak lingkungan, kemitraan, monitoring dan evaluasi, serta fleksibilitas kebijakan juga menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan kuat dalam setiap kebijakan pembangunan yang pernah diperjuangkan Almarhum Gubernur jambi H Zulkifli Nurdin, yang semasa hidupnya menaruh perhatian besar pada sektor perikanan, selain pertanian. 

Hal itu diungkapkan Hj Ratu Munawaroh, istri dari mendiang Zulkifli Nurdin lewat postingan di akun IGnya. Katanya, sektor perikanan bukan sekadar penopang ekonomi lokal, melainkan potensi strategis yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir secara luas.

"Almarhum berpandangan bahwa pembangunan perikanan tidak cukup hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan kepada nelayan dan peternak ikan. Bantuan, menurutnya, hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan. Karena itu, beliau mendorong hadirnya investasi di sektor perikanan agar produk ikan dari Jambi mampu menembus pasar ekspor dan memiliki daya saing di tingkat internasional," ujar Ratu Munawaroh.

Disebutkan, langkah tersebut diyakini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan nelayan dan peternak ikan, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Pembangunan yang berpihak pada masyarakat, kata beliau, harus berorientasi pada hasil jangka panjang, bukan sekadar pencapaian sesaat.

Ratu Munawaroh juga membagikan sejumlah foto yang diambil sekitar tahun 2007 menjadi saksi kesederhanaan sekaligus komitmen tersebut. 

Di salah satu wilayah pesisir Jambi, keterbatasan sarana transportasi kala itu membuat tidak ada ajudan yang dapat mendampingi beliau dalam kunjungan kerja. Dalam kondisi tersebut, penulis pun harus merangkap sebagai ajudan, mendampingi beliau dengan dua tas yang terselempang di badan.

Kisah sederhana ini mencerminkan semangat kerja dan dedikasi Almarhum Zulkifli Nurdin dalam melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Dari pesisir hingga pedalaman, perhatian terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya nelayan dan peternak ikan menjadi benang merah perjuangan Zulkifli Nurdin dalam pembangunan daerah Jambi.(JPO-AsenkLeeSaragih) 

Sejumlah foto yang diambil sekitar tahun 2007 menjadi saksi kesederhanaan sekaligus komitmen tersebut. (IST)








Sejumlah foto yang diambil sekitar tahun 2007 menjadi saksi kesederhanaan sekaligus komitmen tersebut. (IST)